Rabu, 25 Januari 2023

Laskar Pelangi - Trailer

Laskar Pelangi menceritakan kisah anak-anak dari Desa Belitung yang dikategorikan sebagai anak-anak miskin di Belitung. Anak-anak tersebut tidak berhenti berusaha untuk memperbaiki masa depan mereka. Mereka merupakan siswa SD Muhammadiyah, SD tertua di desa Belitung. Di sekolah ini terdiri dari 10 siswa, hingga tak lepas dari ancaman penutupan.

Kesembilan siswa tersebut adalah Ikal, Lintang, Mahar, A Kiong, Syahdan, Borek, Sahara, Kucai, Trepani, dan Harun. Ibu Muslimah, satu-satunya guru di SD Muhammadiyah yang diperankan oleh Cut Mini, dan Pak Harfan, kepala sekolah SD Muhammadiyah yang diperankan oleh Ikranagara, terus berupaya untuk mempertahankan SD Muhammadiyah agar tidak tutup.

Semula siswa di SD Muhammadiyah hanya berjumlah 9 siswa, kemudian datanglah Harun, anak keterbelakangan mental yang menyelamatkan sekolah di saat semua murid dan guru sudah gelisah dan khawatir sekolah akan ditutup. Setelah murid genap 10 siswa, sekolah dengan bangunan seadanya tersebut tetap diizinkan untuk beraktivitas seperti sekolah pada umumnya.

Pemeran utama film Laskar Pelangi adalah Ikal. Siswa SD Muhammadiyah yang memiliki ketertarikan besar pada dunia sastra. Ia gemar menulis puisi. Ada juga Lintang, siswa SD Muhammadiyah yang menjadi siswa paling pintar di sekolah karena kejeniusannya. Ia merupakan anak nelayan miskin yang bercita-cita menjadi ahli matematika.

Ada satu siswa yang dikenal memiliki bakat dalam bidang seni, yaitu Mahar. Ia yang menjadi pencetus ide saat sekolah berencana mengikuti perlombaan semacam karnaval. Mahar memberikan ide untuk menari dengan aksesoris yang terbuat dari tumbuhan langka di Belitung. Tumbuhan tersebut membuat gatal, sehingga mereka menari seperti orang kesetanan, tetapi ide tersebut membuat SD Muhammadiyah dapat memenangkan lomba.

Hari-hari yang dilalui semakin mengukir kenangan, kebahagiaan, dan penuh dengan canda tawa. Meski begitu, Lintang tetap berjuang dalam pendidikan. Ia rela menempuh jarak yang sangat jauh untuk bisa sampai ke sekolahnya dengan menggunakan sepeda. Perjuangan Lintang untuk bisa sampai ke sekolah harus melalui danau yang terdapat buaya di dalamnya.

Kecerdasan Lintang terbukti ketika ia, Ikal, dan Sahara mengikuti perlombaan cerdas cermat. Ketiga siswa tersebut bisa mengalahkan Drs. Zulfikar, guru SD PN yang merupakan sekolah elit di Belitung. Lintang dan teman-temannya membuktikan meskipun fasilitas terbatas, mereka tetap kerja keras dan menjadi siswa yang pintar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar